Jumat, 05 Oktober 2018

Kuas Ajaib: part 2

Lanjutan...

"Siapa?".

     Terdengar nyanyian lembut dari kabut itu, tiba-tiba ada yang menyentuh bahuku. Otomatis aku langsung memukulnya, tiba-tiba nyanyian itu berhenti.

     "Siapa kamu?!". Aku jadi terlihat seperti orang yang kemalingan. "Santai saja, aku ini peri dari negri dongeng", Jawab perempuan itu.

     Seketika Aku tertawa keras, "BWAHAHAHAHA,,!!!", "Kamu habis minum obat apa sampai miring gitu?!", "Atau ini cuma mimpiku?".

     "Tidak, ini serius. Maukah kamu menemaniku ke suatu tempat?". Perempuan tersebut berbicara dengan penuh keyakinan.

     "Mana mungkin orang pintar mau mempercayai hal konyol seperti itu?". "Hanya orang bodoh yang terlalu mempercayai mimpi konyolnya itu".

     Perempuan itu menghela napas,"Ups, sepertinya aku terlalu berlebihan, tapi tidak ada cara selain ini". Ia memejamkan matanya sambil menyentuh keningku lalu mengucapkan sesuatu."Hei, memangnya dengan tanganmu kamu bisa apa?. Memangnya aku orang bod-", ucapanku terputus dan aku seperti terbawa sebuah bola angin ke dimensi lain bersama perempuan itu.

***

     Napasku sesak, kepalaku pusing, Aku seperti mau muntah, semua pengelihatanku gelap. 

     "Nona?, anda sudah bisa bangun?", Aku langsung membuka mataku dengan banjir keringat dan meminta air putih. "Siap Nona, akan kami persiapkan segera". Setelah Aku meminum air tersebut aku lansung tertidur.

     Malam harinya Aku terbangun, "Oh Nona sudah bangun". Pelayan tersebut tersenyum lembut kepadaku.

     "Kamu bukannya lukisanku?!", Akhirnya aku sadar. "Tentu saja, semua orang disini adalah lukisanmu, dan mereka sangat menghormatimu". "Dan saya sangat senang karena bisa menjadi pelayan utamamu".

     "T-terus, aku sekarang ada dimana?", Pelayan itu tersenyum kepadaku, "Nona berada di dunia lukisan Nona sendiri". Aku hanya bisa memeluk lututku sendiri.

     Aku beranikan diri bertanya, "Lalu siapa yang mengantarku kesini?", "Beliau adalah orang yang paling menghormati Nona sebagai pelukisnya, Nona". Aku hanya ber-oh saja. Paling menghormati apaan, dia aja udah megang aku sembarangan sampai bilang "ups" segala, gumamku.

     "Oh, ya Nona, besok ada Upacara Penyambutan atas kedatangan Nona, Jadi Nona harus tidur secepatnya". Pelayan itu segera mempersiapkan Kasur empuk untukku.

     "O-oke.., tapi aku tidak bisa tidur karena tadi kebanyakan tidur, hehe...", Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal.

     "Oh! baiklah kalau bagitu, Nona bisa bermain dengan saya sampai jam delapan malam", "Hontou Benarkah?!, terima kasih!".

***

     Terdengar suara meriah di luar Istana, "Kau memang bukan raja sesungguhnya, tetapi kamu adalah pelukis dunia ini, berpidatolah dengan baik", Ucap ratu saat menemaniku berdandan.

     "Tenang saja ratu, saya sudah mengumpulkan kepercayaan diri saya", Aku tersenyum.

     Orang-orang memujiku saat selesai berpidato, akan tetapi mereka sedih karena aku akan kembali ke duniaku. Tapi sebelum aku kembali aku ingin mencicipi makanan di pasar kuliner dunia ini dan mengadakan pesta.

***

     "Selamat tinggal Nona, semoga baik-baik saja", Pelayan itu memberikan gelang buatannya dan melambaikan tangan kepadaku. "Aku akan kembali atau melihat kalian dari kanvas!". Setelah itu aku kembali ke dunia nyataku.

     DEGG!!!

     Aku membuka mata dan melihat gambaran Istana di kanvasku dengan gelang diatas papan kanvas, apakah ini nyata?

~SELESAI~

Jangan lupa untuk meninggalkan komentar dan reaksi kamu saat membaca cerita ini,
beri dukungan buat Authornya ya!

Sabtu, 15 September 2018

Kuas Ajaib: part 1

     TIING NONG...TING NONG...

     "Oh! sepertinya ada seseorang". Aku yang sedari tadi menggambar langsung menuju pintu utama rumah."Ada paket kah?".

     Benar dugaanku. Tapi, paket dari siapa? aku juga tidak memesan barang hari ini. "Maaf, kak. Ini paket dari seserorang, tapi saya tidak dikasih tahu namanya siapa. Saya melihat ini di tempat paket yang harus diantar atas alamat rumah ini. tapi, tidak ada nama pengirimnya. maaf ya.". Penjelasan dari tukang paket tersebut membuatku tidak sabar untuk membukanya.

     BREETTT...

     KUAS?! Ya ampuunn... Aku sudah punya banyak banget kuas ngapain dikirimin kuas lagi? nanti aku dimarahin sama ibuku kalo beli kuas lagi!.

***

     Serpertinya aku kena karma, Ibu memarahiku karena ketahuan ada kuas yang dibuang, "APA APAAN KAMU, UDAH BELI KUAS MAHAL, MALAH DIBUANG?!". Akupun disuruh mengambil kembali kuas tersebut dari tong sampah. Tapi aneh, biasanya memang aku dimarahin kalau beli kuas lagi, tapi ibu cuek kalau aku membuangnya. Tapi ini, ibu memarahiku! sepertinya memang benar aku sedang karma.

     Aku mengambil kuas tersebut lalu mencucinya. Aku un mencoba menggunakannya, teksturnya lembut sekali, jadi mudah untuk melukis. 

     Aku melukis seorang perempuan cantik yang mengenakan gaun biru. Sesudah itu keajaiban terjadi, lukisan tersebut berasap tebal warna biru dan pink, lalu munculah seorang perempuan.

"Siapa?".

Bersambung...


Jangan lupa kasih jejak komentar dan reaksi kamu,
beri dukungan buat Authornya ^^

Jumat, 10 Agustus 2018

Aku Jadi Loli?!

     "Huahh...". sepertinya aku terlalu lama tertidur, nyenyak sekali!.

     Ini Hari pertama masuk sekolah jadi jangan sampai telat!. Aku langsung siap-siap lalu turun dari tangga dan langsung duduk siap di meja makan, untuk sarapan.

     Ibu lalu memerhatikan aku,"Sashi, kamu pagi ini terlihat agak..,". Ibu memberhentikan perkataannya dan melanjutkan mencuci piring. Aku yang sedari tadi makan bingung.

***

     Aku mendengus kesal, juga bingung, kenapa dari tadi semuanya pada ngeliatin aku!?.

     "Pagi Sha.., Hari ini kamu tampak berbeda sekali. Kamu habis ngapain?". Thiya datang menghampiriku dengan hati-hati.

     "Nggak ngapa-ngapain, tuh. Emangnya aku kenapa, sampe diliatin banyak orang?".

     Thiya hanya memberiku sebuah cermin kecil tanpa menjawab. Aku langsung tersentak,"AKU JADI LOLI!?".

***

     Bel tanda pulang sekolah berbunyi, aku langsung membereskan buku dan pulang. Sebelum itu aku main di taman dekat komplek bareng Thiya. Katanya kita main sambil membahas tentang ke-"loli"-anku.

     "Sepertinya kamu capek sekali, kenapa?". Tanya Thiya, mungkin dia khawatir.
"Tidak apa-apa, kamu terlalu khawatir. Aku hanya pegal bagian kaki".

     Oh, ya, kenapa aku terlihat loli? tidak tahu. Yang pasti, mukaku agak chubby, mataku agak membesar, padahal emang aslinya sudah besar dan tambah cantik (eaa...).

     "Semoga kamu baik-baik saja". Thiya memelukku,"Sampai jumpa hati-hati dijalan, ya. Hubungi kalau sudah sampai!".

***

     Sampai rumah aku langsung ganti baju dan mencuci muka, dann...

     Wutt!!?? APAKAH INI HANYA MAKE UP?!, tidak mungkin, masa ada make up yang bisa bikin orang chubby?. Mungkin ini hanya perasaanku saja.

     Tiba-tiba ada ember kecil berisi air terlihat di cermin wastafel, dan..

     BYUURRR.....

     Mataku terbuka, terlihat ibu dengan muka jengkel. Lalu melihat jam, WHAT!? udah jam sembilan!!!. Aku langsung siap-siap untuk sholat shubuh.

     Ternyata cuma mimpi toh, pantes bangun jam sembilan, orang mimpinya lama, batinku.

     Sekolah?, tenang, ini hari libur, hehehe...

~***~

Bagaimana ceritanya? Seru? ngebosenin? gak jelas?
Silakan komentar atau beri saran.

~TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA!!!~