"Oh! sepertinya ada seseorang". Aku yang sedari tadi menggambar langsung menuju pintu utama rumah."Ada paket kah?".
Benar dugaanku. Tapi, paket dari siapa? aku juga tidak memesan barang hari ini. "Maaf, kak. Ini paket dari seserorang, tapi saya tidak dikasih tahu namanya siapa. Saya melihat ini di tempat paket yang harus diantar atas alamat rumah ini. tapi, tidak ada nama pengirimnya. maaf ya.". Penjelasan dari tukang paket tersebut membuatku tidak sabar untuk membukanya.
BREETTT...
KUAS?! Ya ampuunn... Aku sudah punya banyak banget kuas ngapain dikirimin kuas lagi? nanti aku dimarahin sama ibuku kalo beli kuas lagi!.
***
Serpertinya aku kena karma, Ibu memarahiku karena ketahuan ada kuas yang dibuang, "APA APAAN KAMU, UDAH BELI KUAS MAHAL, MALAH DIBUANG?!". Akupun disuruh mengambil kembali kuas tersebut dari tong sampah. Tapi aneh, biasanya memang aku dimarahin kalau beli kuas lagi, tapi ibu cuek kalau aku membuangnya. Tapi ini, ibu memarahiku! sepertinya memang benar aku sedang karma.
Aku mengambil kuas tersebut lalu mencucinya. Aku un mencoba menggunakannya, teksturnya lembut sekali, jadi mudah untuk melukis.
Aku melukis seorang perempuan cantik yang mengenakan gaun biru. Sesudah itu keajaiban terjadi, lukisan tersebut berasap tebal warna biru dan pink, lalu munculah seorang perempuan.
"Siapa?".
Bersambung...